Atherosklerosis adalah salah satu penyebab tekanan darah naik. Menurut Prof. Dr dr Endang Susalit, Sp PD-KGH, guru besar ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, santapan yang mengandung asam lemak jenuh rantai panjang seperti daging adalah biang kerok pengapuran pembuluh darah. Bagi pecinta santapan tersebut , sebaiknya segera berpaling. TK Ng, peneliti asal Division of Human Nutririon, Institute for Medical Research, Kuala Lumpur, Malaysia, menganjurkan
untuk menggantinya dengan minyak kelapa murni. Anjuran itu bukan tanpa alasan. Pada tahun 1991, ia melakukan penelitian terhadap 61 pria dan 22 wanita berusia 30-40 tahun. Mereka dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok I diberi asupan minyak kelapa-sawit-kelapa; Kelompok II mianyak kelapa-jagung-kelapa; Kelompok III minyak kelapa-kelapa-kelapa, pada 3 periode pemberian selama 15 minggu. Alhasil, diketahui bahwa pengkonsumsi minyak kelapa memiliki peningkatan total kolesterol tertinggi 17%, kolesterol HDL 21,4% dan penurunan perbandingan LDL/HDL 3,6%.
Menurut Prof. Dr dr Budhi Setiantio, SpJP(K), ahli kardiologi Pusat Jantung Nasional Slipi, peningkatan jumlah HDL adalah positif. "Kolesterol HDL adalah kolesterol yang baik", katanya. Ia mengikis lemak yang melekat pada dinding pembuluh darah. Dengan demikian, aliran darah tidak terhambat, hipertensipun minggat. (Imam Wiguna).
untuk menggantinya dengan minyak kelapa murni. Anjuran itu bukan tanpa alasan. Pada tahun 1991, ia melakukan penelitian terhadap 61 pria dan 22 wanita berusia 30-40 tahun. Mereka dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok I diberi asupan minyak kelapa-sawit-kelapa; Kelompok II mianyak kelapa-jagung-kelapa; Kelompok III minyak kelapa-kelapa-kelapa, pada 3 periode pemberian selama 15 minggu. Alhasil, diketahui bahwa pengkonsumsi minyak kelapa memiliki peningkatan total kolesterol tertinggi 17%, kolesterol HDL 21,4% dan penurunan perbandingan LDL/HDL 3,6%.
Menurut Prof. Dr dr Budhi Setiantio, SpJP(K), ahli kardiologi Pusat Jantung Nasional Slipi, peningkatan jumlah HDL adalah positif. "Kolesterol HDL adalah kolesterol yang baik", katanya. Ia mengikis lemak yang melekat pada dinding pembuluh darah. Dengan demikian, aliran darah tidak terhambat, hipertensipun minggat. (Imam Wiguna).





0 Comments:
Post a Comment